Situasi
Sebuah grup kelapa sawit Indonesia mengirimkan produk cair curah melalui 18 lokasi dispatch: 11 pabrik, 4 terminal curah, satu stasiun, dan dua titik dispatch. Lokasi dan operasional ini tunduk pada aturan sertifikasi yang mensyaratkan data pengiriman dapat ditelusuri dari hulu ke hilir. Sebelumnya, semua dijalankan di atas kertas: catatan diketik ulang, log disalin ulang.
Diukur Terhadap Kondisi Awal Grup Itu Sendiri
| Aktivitas | Sebelum → sesudah | Peningkatan |
|---|---|---|
| Gerbang: antrean truk, waktu masuk/keluar | 3m 15s → 3s | 98% |
| Pemeriksaan legalitas pengemudi & kendaraan | 3h → 5 min | 97% |
| Input, rekap, dan cetak surat pengantar dispatch | 2m 55s → 36s | 79% |
| Pengambilan dokumen administrasi untuk audit & arsip | 30 min → 10 min | 67% |
Biaya kertas turun Rp 13,3 juta per tahun.
Kontrol yang Bertahan Lebih Lama dari Sekadar Penghematan Waktu
- Tidak ada unit yang dapat memuat sebelum rencana harian disetujui.
- Kendaraan yang tidak terdaftar tidak dapat diproses.
- Tonase tidak lagi terdistorsi oleh berat bahan bakar.
Digital dispatch dalam skala besar.
Alur dispatch semaiADIS.




